Kamis, 10 Oktober 2013

Lagu Karya Iwan Fals Untuk Jokowi

Lagi ramai-ramainya ngomongin video Lagu 'Kuda Besik' Karya Iwan Fals di YouTube Untuk Semangati Pak Jokowi - Ahok. Sudah banyak yang tahu siapa itu Iwan Fals,lewat lagu-lagunya ia mendapat berbagai predikat,mulai dari LEGENDA HIDUP, ASIAN HEROES,dan berbagai julukan yang disematkan pada pundaknya.Ia banyak memotret kehidupan sosial-budaya dari dulu hingga sekarang.
Banyak lagunya juga sarat kritik atas perilaku sekelompok orang,empati bagi kelompok marginal, atau bencana besar yang melanda Indonesia.Lagu-lagunya juga  menginspirasi musisi maupun rakyat biasa,lagu-lagunya sudah menelorkan banyak sarjana yang menjadikan bahan untuk skripsinya,sudah banyak buku dan tulisan tentang Iwan Fals di sini, ia benar-benar punya karisma yang cukup besar. ( Oleh Tante Paku )
Mungkin dalam benak kawan-kawan banyak yang bertanya, emang lagu ini diciptakan untuk Pak Jo ? Kenapa Jokowi??? yuhu bosku, memang awal diciptakan lagu tersebut (menurut penulis lho ya, misal salah harap dikoreksi) untuk salah satu sepeda motor yang pernah iklannya di bintangi pak Iwan Fals. Karena lirik lagunya yang seperti menunjukkan kalau lagu tersebut diciptakan buat Pak Jokowi, maka sipembuat video (yang pertama kali mengunggah di youtube) memberikan judul seperti itu.
Jokowi backsound Iwan Fals - Kuda Coklatku. Dipersembahkan untuk Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur D.K.I Jakarta dari kami Rakyat Republik Indonesia yang merindukan sosok pemimpin yang siap melayani rakyat.
Cekidott Silahkan Menyaksikan Video nya Di Sini

Perjalanan Iwan Fals Mendobrak Kegilaan

Hampir semua album Iwan Fals merupakan upaya untuk meluruskan ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebagaimana syair yang ditulisnya dalam album berjudul Orang Gila, Orang gila yang ditemuinya dalam perjalanan pulang jam dua malam.

Bagaimana seorang orang gila masih menyadari bahwa untuk menyeberang jalan, dia harus lewat di zebra cross, bahkan tepat di tengah-tengahnya. Langkahnya lurus ke depan.

Iwan Fals orang gila memang merupakan ungkapan bahwa orang gila saja masih menyadari keharusan dalam kehidupan. Mengapa mereka yang waras justru lebih gila dari orang gila?

Dan, jika kita telusuri dari sekian banyak album yang berhasil ditelorkan oleh Iwan Fals orang gila ini, maka seharusnya menyadarkan pendengar bahwa banyak tindakan dan kelakuan yang tidak mencerminkan sebagai manusia waras.

Banyak manusia yang tidak menyadari bahwa kehidupan mereka tidak waras, alias gila. Banyak dari manusia yang lebih gila dari orang gila! Tetapi, karena gayanya yang nyentrik dalam menuliskan syair lagu, banyak orang yang merasa tersindir dan menganggap bahwa Iwan Fals orang gila.

Mereka tidak dapat menerima apa yang disampaikan oleh Iwan Fals, terutama mereka yang melakukan kesalahan dalam kehidupan di masyarakat. Mereka merasa bahwa Iwan Fals telah mempermalukannya dengan mengangkat tema kelakuan mereka dalam lagu-lagu Iwan Fals.

Mereka tidak menyadari apa yang telah dilakukan, justru semakin menenggelamkan kehidupannya dalam kenistaan sebab mengabaikan ajakan positif dari seorang Iwan Fals orang gila ini.

Prestasi yang Diraih Oleh Iwan Fals

Penghargaan:

1. Juara harapan Lomba Musik Humor ( 1979 ).
2. Juara I Festival Musik Country ( 1980 ).
3. Gold record, lagu Oemar Bakri, PT. Musica Studio’s.
4. Silver record, penyanyi & pencipta lagu Ethiopia, PT. Musica Studio’s.
5. Penghargaan prestasi artis HDX 1987 – 1988, pencipta lagu Buku Ini Aku Pinjam.
6. Penyanyi Pujaan, BASF, (1989).
7. The best selling, album Mata Dewa, BASF, 1988 – 1989.
8. Penyanyi rekaman pria terbaik, album Anak Wayang, BASF Award XI, 18 April 1996.
9. Penyanyi solo terbaik Country / Balada, Anugrah Musik Indonesia – 1999.
10. Presents This Certificate To Iwan Fals In Recognition Of The Contribution To Cultural Exchange Between Korea and Indonesia, 25 September 1999.
11. Penyanyi solo terbaik Country/Balada AMI Sharp Award (2000).
12. Video klip terbaik lagu Entah, Video Musik Indonesia periode VIII – 2000/2001.
13. Triple Platinum Award, Album Best Of The Best Iwan Fals, PT. Musica Studio’s – Juni 2002.
14. 6th AMI Sharp Award, album terbaik Country/ Balada.
15. 6th AMI Sharp Award, artis solo / duo / grup terbaik Country/Balada.
16. Pemenang video klip terbaik edisi – Juli 2002, lagu Kupu - Kupu Hitam Putih, Video Musik Indonesia, periode I- 2002/2003.
17. Penghargaan album In Collaboration with, angka penjualan diatas 150.000 unit, PT. Musica Studio’s – Juni 2003.
18. Triple Platinum Award, album In Collaboration with, angka penjualan diatas 450.000 unit, PT. Musica Studio’s – November 2003.
19. 7th AMI Award 2003, Legend Awards.
20. 7th AMI Award 2003, Penyanyi Solo Pria Pop Terbaik.
21. Penghargaan MTV Indonesia 2003, Most Favourite Male.
22. SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) In Collaboration with.
23. SCTV Music Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop.
24. Anugrah Planet Muzik 2004.
25. Generasi Biang Extra Joss – 2004.
26. 8th AMI Samsung Award, Karya Produksi Balada Terbaik.
27. SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop Iwan Fals In Love.
28. With The Compliment Of Metro TV.
29. Partisipasi dalam acara konser Salam Lebaran 2005, PT. Gudang Garam Indonesia.
30. Lagunya bersama { Swami } yang berjudul [ Bongkar ] menerima penghargaan 150 lagu terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone peringkat 1.

Senin, 07 Oktober 2013


Kisah Perjalanan Hidup Iwan Fals 

 

Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 49 tahun) adalah seorang penyanyi beraliran balada dan country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia ‘memotret’ suasana sosial kehidupan Indonesia di akhir tahun 1970-an hingga sekarang, serta kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.
Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah Haryoso almarhum (kolonel Anumerta). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.
Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).
Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.
Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.
Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.
Kamis malam 24 April 1997 sekitar pukul 11:00 malam Galang pulang ke rumah, setelah latihan main band. Dia makan lalu pamit pada papanya mau tidur. Mamanya lagi tak enak badan. Iwan masih mendengar Galang telepon-teleponan. Subuh sekitar 4:30 Kelly Bayu Saputra, sepupu Galang yang tinggal di sana, mau mengambil sisir di kamar Galang. Kelly memanggil Galang tapi tak bangun. Kelly mendekati Galang dan menggoyang-goyangkan badannya. Lemas. Kelly kaget. Dia mengetuk kamar Yos. Yos bangun dan menemukan Galang badannya dingin. “Saya turun ke bawah, panggil Iwan,” kata Yos.
Keluarga heboh. Iwan terpukul sekali. Pagi itu saudara-saudaranya datang. Mereka menghubungi semua kerabat dan teman. Leo Listianto, adik Iwan, menelepon Ma’mun di Karawaci. “Saya masih tidur, antara percaya, tidak percaya,” kata Ma’mun. Sepuluh menit kemudian, Ma’mun ditelepon Dyah Retno Wulan, adiknya Leo, biasa dipanggil Lala, juga memberitahu Galang meninggal. “Saya bengong,” kata Ma’mun. Dia segera menuju Bintaro.
Fidiana menerima telepon dari Ari Ayunir. Fidiana membangunkan Iwang Noorsaid, suaminya, “Wang, ini ada berita duka … Galang meninggal.” Mereka agak tak percaya karena beberapa hari sebelumnya pasangan ini bertamu ke Bintaro dan melihat Galang mondar-mandir. Mereka mencoba telepon ke Bintaro tapi nada sibuk. Mereka menelepon Herri Buchaeri, Endi Aras, dan beberapa rekan lain sebelum naik mobil ke Bintaro.
Endi Aras mengatakan, “Pagi-pagi aku dapat kabar. Iwang Noorsaid yang telepon.” Endi sampai di Bintaro sekitar pukul 5:30. “Aku ikut memandikan (jasad Galang),” kata Endi. Ketika Iwan memandikan jasad anaknya, dia berujar berkali-kali, “Galang, kamu sudah selesai, Papa yang belum … Lang, kamu sudah selesai, Papa yang belum …..” Kalimat itu diucapkan Iwan berkali-kali. Ma’mun dirangkul Iwan. “Jagain Mas, jagain anak-anak Mas,” kata Iwan, seakan-akan hendak mengatakan ia sendiri kurang menjaga anaknya dengan baik.
“Yos histeris, menangis ketika saya peluk. ‘Aduh, anak saya sudah meninggal mendahului saya,’” kata Fidiana. Iwan tak banyak bicara, menunduk, menangis, dan hanya bilang “terima kasih” kepada tamu-tamu. “Kepada kita dia nggak ngomong sama sekali,” kata Fidiana.
Galang dimakamkan di mana? Ada usul pemakaman Tanah Kusir dekat Bintaro. Iwan emosional, ingin memakamkan Galang di rumahnya. Bagaimana aturannya? Iwan pun memutuskan menelepon kyai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari Nahdlatul Ulama. Saat itu Gus Dur belum jadi presiden Indonesia. Iwan menganggap Gus Dur “guru mengaji” yang terbuka, tempat orang bertanya. Gus Dur mengerti hukum Islam maupun hukum pemerintahan.
Gus Dur dalam telepon menjelaskan dalam aturan Islam diperbolehkan memakamkan jenazah di rumah. Pemakaman bergantung wasiat almarhum atau keinginan keluarga. Tapi di Jakarta tak bisa memakamkan orang di rumah sendiri karena keterbatasan lahan. “Di Jakarta nggak boleh … kalau Bogor boleh.”
Kata “Bogor” itu mengingatkan Iwan pada Leuwinanggung. Keluarga pun memutuskan Galang dimakamkan di Leuwinanggung.
Menurut Harun Zakaria, seorang tetangga Iwan di Leuwinanggung, yang juga menjaga kebun Iwan, dia dihubungi Lies Suudiyah, ibunda Iwan. “Bu Lies datang ke sini. Dia bilang, ‘Cucunda meninggal. Tolong di sini kuburannya,” kata Harun.
Jenazah disemayamkan dulu di masjid Bintaro. Sekitar 2.000 jamaah salat Jumat di masjid itu ikut menyembahyangkan Galang. Banyak seniman, tetangga, kenalan Iwan, dan Yos datang menyampaikan duka. Setiawan Djody, W.S. Rendra, Ayu Ayunir, Jalu, Totok Tewel, Jockie Suryoprayogo, juga tampak di sana. Spekulasi wartawan maupun pengunjung memunculkan gosip bahwa dada Galang kelihatan biru. Galang digosipkan overdosis. Ini merambat ke mana-mana karena tubuh Galang kurus ceking.
Orang sebenarnya tak tahu persis penyebab kematian Galang karena tak ada otopsi terhadap jenazahnya. Kawan-kawan Iwan memilih diam. Mereka merasa tak nyaman mengecek spekulasi overdosis kepada orangtua yang berduka. Kresnowati pernah diberitahu Yos bahwa penyebab kematian Galang penyakit asma. Fidiana mengatakan beberapa hari sebelum kematian, Yos mengatakan Galang lagi sakit-sakitan. Iwan mengatakan pada saya, fisik Galang “agak lemah” dan “Galang lemah di pencernaan.”

Minggu, 06 Oktober 2013

Petualangan Suara Iwan Fals

Petualangan Suara Iwan Fals
Oleh : Doel ( http://celoteh-fals.blogspot.com/ )



Album periode ‘89 – 2000


Suara yang stabil


Setelah pembatalan tour 100 kota pada pertengahan 1989 oleh pihak keamanan, Iwan Fals sempat nyungsep dan malas bernyanyi lagi (bayangkan kalau waktu itu dia benar-benar stop bernyanyi). Untungnya dia membuat album daur ulang yaitu Antara Aku, Kau & Bekas Pacarmu produksi Musica yang pengerjaannya memakan waktu cuma 1 bulan untuk 4 lagu yang di aransemen ulang. Lagu ‘Antara Aku, Kau & Bekas Pacarmu’ sangat rock. Iwan Fals bernyanyi dengan lengkingan yang bikin merinding lebih gagah daripada lagu yang sama di album Opini.


Album Swami, nah disini suara Iwan Fals lebih dinamis dan sudah terbentuk, ditambah oleh bunyi-bunyian yang dimainkan oleh para personilnya. Ritme musik yang terkonsep membuat suara Iwan Fals lebih matang. Album inilah yang menurut saya dapat mengimprovisasi suara Iwan Fals yang terkadang berteriak spontan. Simak pada lagu ‘Bunga Trotoar’.


Album Kantata Takwa. Ehmmm, dimana napas religi yang kental banyak menggunakan koor-koor. Kalo soal musiknya tanya sama mas JSOP deh. Ada beberapa lagu dimana Iwan Fals menguras suaranya seperti pada lagu ‘Orang-Orang Kalah’ dan ‘Rajawali’. Album ini begitu megah dengan peralatan dan sound modern, music directornya ditangani oleh JSOP.


Album Cikal berisikan orang-orang yang berkompeten di musik jazz. Iwan Fals didukung oleh Mates (bass), Embong Raharjo (saxophone dan flute), Gilang Ramadhan (drum dan perkusi), dan teman lamanya Cok Rampal (gitar dan perkusi) juga Totok Tewel (guitar elektrik) yang membuat kesan rock. Disini Suara Iwan Fals sudah tidak berubah banyak, cuma musiknya saja yang membuat berbeda. Rock dibaluri sentuhan jazz. Album yang awalnya saya tidak terlalu senang dari cover maupun musiknya karena terlalu berisik dengan adanya bunyi-bunyian perkusi yang ditambahkan dalam album ini (dimana sound gitar yang nyaring dan pukulan drum yang banyak improvisasi serta perkusi seperti cowbell, gongseng dan sebagainya). Pada lagu ‘Untuk Bram’ disitu Gilang Ramadhan banyak melakukan gebukan tak lazim bagi telinga saya waktu itu: “berisiiiikkk”. Tapi setelah beberapa tahun, album ini sangat monumental buat saya karena Iwan Fals seperti tidak mungkin lagi memainkan musik tersebut baik dipanggung atau di album berikutnya.


Akhirnya menurut kesepakatan yang hanya 3 tahun (1989 – 1991) dibentuknya Swami, maka keluarlah album Swami II. Di album ini Iwan Fals bernyanyi seperti orang yang kehabisan suara. Simak lagu ‘Robot Bernyawa’ yang menguras habis suaranya. Pada lagu ‘Nyanyian Jiwa’, Iwan Fals memerlukan power yang full. Akibatnya suara yang dihasilkan pada nada tinggi sedikit lebar dan kasar. Dan selesailah proyek Swami.


Kalo menyimak album-album sebelumnya dimana suara Iwan Fals yang gagah, jantan dan full lalu di aransemen dengan konsep band, maka album Belum Ada Judul cukup dengar gitar bolong dan harmonika. Tidak tahu kenapa Iwan Fals melakukan itu, rindukah atau bosan?. Yang jelas para penggemarnya sangat antusias dengan album ini karena Iwan Fals bernyanyi tanpa perabotan yang ribet, cukup dengan alat yang sehari-hari ia mainkan. Suaranya lebih terdengar jelas dengan lirik yang bagus. Maka mengalunlah lagu ‘Belum Ada Judul’ yang sangat pas tentang persahabatan. Pada album ini suara Iwan Fals sudah cukup berat (kalo Iwan Fals bicara suaranya pelan, sangat berat dan ngebass).


Album Hijau, sebuah album yang lebih membumi sebab menggunakan instrument-instrument perkusi seperti kendang yang cukup dominan. Iwan Fals bernyanyi lebih tenang, mungkin musiknya yang easy listening. Sesekali Iwan Fals melakukan interval tinggi dan habis itu dengan suara yang rendah, berat sedikit serak yang bisa di simak pada ‘Lagu Dua’. Dan seperti biasa Iwan Fals melakukan teriakan khasnya pada lagu ‘Hijau’ (sebenarnya saya seneng sama teriakan yang lepas meski rada bindeng dan spontan dari Iwan Fals).


Singel Terminal, album Dalbo, album Orang Gila, album Anak Wayang, single Mata Hati, single Orang Pinggiran, single Lagu Pemanjat, album Kantata Samsara, album Kantata Samsara Takwa live 1998, karakter suara Iwan Fals tidak berubah tetap sama. Mungkin aransemen di musiknya aja yang membuat berbeda. Pada era 1990 – 1998 suaranya sudah terbentuk dan tidak ada lagi perubahan. Suara yang berat dan berisi.


Untuk kalian yang punya lagu “colongan” alias demo tape pada era tersebut, kita sudah bisa membedakan mana suara Iwan Fals awal 1980-an dan 1990-an karena karakternya sudah terbentuk. Kalo saya mendengar lagu ”colongan” tersebut kebanyakan Iwan Fals bernyanyi dengan bebas dan santai baik pada lirik cinta, sosial dan lingkungan. Lagu-lagu tersebut ada yang direkam pake tape recoder secara langsung. Dulu Iwan Fals paling senang pamer lagu-lagu barunya kepada orang-orang yang datang kerumahnya, bahkan suka nyanyi bareng sama penggemarnya.


Saat saya nonton konser live-nya Iwan Fals di Hard Rock café, Jakarta 8 mei 1998 (sebelum kerusuhan Mei '98), Iwan Fals begitu prima penampilannya meski tak segarang dulu. Lebih rapi dengan rambut pendek persis orang kantoran tapi untuk suara masih tetap gagah. Menurut saya ini Iwan Fals pertama kalinya tampil di café dan saya lebih senang biar orang-orang yang biasa ke café kenal lagu-lagunya. Istilahnya melebarkan sayap ke gedongan lah. Saya juga lebih tertarik nonton di tempat tertutup karena sound yangg dihasilkan cukup bagus, nendang dan powerfull dan tentunya dengan lirik-lirik yang biasa ia nyanyikan. Menurut saya lebih puas saja tidak ada pembatas jarak antara penonton dan pemusiknya. Kalau Iwan Fals manggung ia suka bikin celetukan-celetukan lucu, kadang menari-nari sekenanya. Ada satu yang geblek dari seorang Iwan Fals, ia tidak selalu hapal sama lirik lagunya, nyanyi pun ia memakai teks.


Masuk ke era 2000-an
Keluarnya single ‘Kumenanti Seorang Kekasih’ dan ‘Entah’ tahun 2000, aransemen baru mengukuhkan Iwan Fals masih tetap eksis di belantara industri musik Indonesia. Pada kedua single ini suara Iwan Fals sangat berat seperti terbata-bata kurang spontan, yang menurut Rusmin sound engenering yang biasa menangani Iwan Fals sejak awal di Musica, “Iwan bernyanyi dibawah tekanan seperti ditodong senapan”. Maklumlah Iwan Fals sudah lama tidak rekaman di studio yang besar.


Album berikut nya Suara Hati (2002), Manusia ½ Dewa (2004) dan 50:50 (2007), Iwan Fals melakukan rekaman di studio pribadinya sendiri, lebih lepas. Kecuali album In Collaboration (2003) yang dilakukan di studio Musica. Dan satu lagi single yang dilempar Iwan Fals berjudul ‘Saat Minggu Masih Pagi’ yaitu lagu tentang bencana tsunami di Aceh pada album keroyokan Satu Hati (2006), di situ Iwan Fals bernyanyi dengan gitar, suara yang berat dan kering rada parau.


Suara, ya suara Iwan Fals semakin tak dapat mencapai interval yang cukup tinggi, ini di karenakan faktor usia. Kini Iwan Fals hanya bisa menjaga agar suaranya tetap prima. Tak ada yang dapat melawan usia.


Perjalanan karir musik yang cukup panjang tidak sia-sia bagi seorang Iwan Fals. Begitu pesat kemajuan gaya bernyanyinya. Diawali dengan kesalahan bernyanyi kemudian berupaya diperbaikinya. Suara atau gaya bernyanyi dan musik yang berubah-ubah. Tapi ada satu yang tidak berubah dan masih setia dilakukannya adalah kesederhanaan dalam sikap, lirik yang dalam, baik lirik sosial dan lingkungan, bahkan lirik cinta yang cukup mengena. Mungkin ini yang menyebabkan ia masih digemari para fansnya sampai saat ini bahkan album-album lamanya masih terus dikejar para kolektor. Wassalam. (dOeL)

Album Iwan Fals 2013 - RAYA

Album Baru Iwan Fals 2013 - RAYAKangen gaya musik Iwan Fals di tahun 80-90-an...?

Haus teriakan lantang Iwan seperti masa lalu...?

Rindu lirik kritis Fals yang mencekik dan menggelitik seperti jaman kemarin...?

Ingin terpuaskan dengan belasan lagu-lagu fresh dan musik modern dari Iwan Fals...?

Album RAYA ini seperti  menghadirkan dan menjawab semua itu. Iwanfalsmania.com seharian menghabiskan waktu mendengarkan berulang-ulang isi album ini. Dan kesan yang didapat adalah...


Seperti yang sudah kita ketahui, Iwan Fals sudah meluncurkan album terbarunya yang diberi judul RAYA. Raya adalah nama anak Iwan Fals yang paling kecil. Namanya menjadi judul album ini dan judul salah satu lagu di dalamnya. Anak-anak Iwan lainnya (Galang dan Cikal – kakak Raya) sebelumnya telah dibuatkan lagu dengan judul nama-nama mereka, jadi lengkap sudah semua dapat jatah. Yang belum ya istri Iwan,

Pada tanggal 25 Juni 2013 malam album ini dirilis dengan perayaan yang dihadiri undangan khusus di Rolling Stone cafe, Jakarta. Tidak tanggung-tanggung 18 lagu dijejalkan dalam album berformat double disc ini. Dan semua lagunya adalah lagu baru. Benar-benar baru, meskipun beberapa ada yang sudah pernah dinyanyikan dalam konser tapi masih tergolong baru. Semua lagu ditulis Iwan kecuali satu lagu lirik dibuat oleh sang istri.

Bagaimana kualitas Album Raya ini..?

Mari kita mulai dari cover album. Dalam bayangan saya sebelumnya, cover album ini akan berdesain ceria karena anak umur 10 tahun yang jadi bintangnya. Kenyataannya cover album ini terasa lebih mewakili usia Iwan Fals. Desainnya ekslusif, mewah. Didalamnya berisi lirik dan foto-foto ekslusif.

Itu baru bungkusnya, bagaimana jerohannya...?

Mari kita intip Disc A
  • Dibuka dengan lagu berjudul ‘Raya’, lagu yang bercerita tentang anak terakhir Iwan Fals. Musik sederhana yang cuma diiringi gitar akustik. Iramanya langsung teringat lagu ‘Galang Rambu Anarki’ dan lagu ‘Anissa’ (lagu tidak beredar). Asik sih lagu ini, cuma menurut saya kurang ceria. 

  • Masuk track kedua, mata saya mendadak fokus ke satu titik diruangan. Intro lagu ‘Aku Ada’ memaksa untuk mengeraskan volume stereo set. Ada suara-suara bening disepanjang lagu. Wow... Itu adalah suara penyanyi perempuan bernama Lea Simanjuntak, dia menjadi backing vocal dalam lagu ini namun tidak bernyanyi dengan bahasa manusia, tetapi ber- heyy yeiii yeiii.. entah apa istilahnya :). Pada lagu inilah saya merasakan karakter vocal Iwan Fals menjadi hidup. Sepanjang lagu ini saya diam mematung terpesona.

  • Lanjut track ketiga. Ini adalah salah satu lagu ghoib yang pernah saya ulas sebelumnya disini. Lagu ‘Negeri Kaya’. Lagu berlirik mantab ini sejak tahun 2010 sudah cukup sering dinyanyikan dalam konser dan kali ini di albumkan. Lirik kritis lagu ini seakan menjawab pertanyaan ‘mana Iwan yang dulu’.

  • Lirik kritis Iwan muncul lagi pada track keempat lagu ‘Katanya’. Dan suara bening Lea Simanjuntak ikut menyelimuti lagu ini, kali ini dia bernyanyi dengan bahasa manusia :). Lagu yang menjadi megah dan tidak membosankan. Ini adalah lagu dengan durasi terpanjang dalam album Raya, sekitar 7 menit lebih.

  • Dan sponsor album ini sudah pasti dibuatkan lagu. Lagu ‘Kopi Top’ dalam track kelima ini belakangan selalu dinyanyikan Iwan Fals dalam konsernya yang disponsori produk tersebut. Apalagi saat ini Iwan Fals menjadi bintang iklan produk ini.

  • Lagu ‘Sampah’ menempati track keenam. Lagu ini juga kerap dinyanyikan dalam konser sebelum di albumkan. Lagu dengan pesan positif untuk kelestarian alam ini dinyanyikan Iwan Fals dengan gaya yang unik. Tidak biasanya Iwan bernyanyi dengan gaya seperti ini. Sayang telinga saya tidak begitu asik mendengar track ini.

  • Track ketujuh membuat badan saya bergoyang mengikuti irama menghentak. Diimbangi dengan lirik keras membuat lagu ‘Tangan Kosong’ ini menjadi waah. Disini saya menjumpai Iwan Fals seperti dijaman album Mata Dewa. Karakter vocal yang ‘ngamuk’ ditambah teriakan-teriakan dalam nada tinggi yang tak dijumpai dalam album sebelumnya. Iwan begitu lepas berteriak pada lagu yang menceritakan tingkatan-tingkatan dalam olahraga bela diri Karate. Iwan Fals sendiri masih aktif berolahraga karate dan dia adalah pemegang sabuk hitam.

    Album Baru Iwan Fals 2013 - RAYA
  • Setelah telinga dipanaskan dengan irama rock. Kini giliran lagu bertempo lambat dengan tema cinta mendinginkan suasana. Track kedelapan ini berisi lagu ‘Cinta Itu’. Kalau urutan track seperti ini semacam kita menonton konser-konser Iwan, lagu ini tentu membuat sebagian penonton memilih duduk. Dan ada kejutan di penghujung lagu, Yos, istri Iwan Fals ikut bernyanyi disini.

  • Berlanjut dengan lagu ‘Adalah’ pada track kesembilan. Kalau dalam konser, tentu penonton masih tetap duduk menikmati lagu cinta bertempo lambat ini. Bahkan sebagian mungkin ngobrol sendiri sedang yang lainnya sibuk sms-an :) . Lagu ini liriknya ditulis oleh Rosana Listanto alias Mbak Yos istri Iwan Fals.

Mari kita lanjutkan dengan Disc B

  • Inget lagu Doa dari album Suara Hati? Yup, lagu ‘Api Unggun’ pada track kesepuluh ini hampir serupa dengan itu. Hanya saja dalam lagu ini alat musik sederhana ikut main. Konsepnya dibuat seperti kita duduk didepan api unggun dan nyanyi rame-rame diiringi alat musik seadanya. Menarik.

  • Iwan Fals masih memasukkan suasana alam dalam album ini. Lagu ‘Gadis Tani’ mengisi track kesebelas dengan lirik sederhana yang mengingatkan saya pada lagu-lagu Franky and Jane. Memory saya melayang ke masa lalu gara-gara lagu ini.

  • Track keduabelas, ‘Lekaslah Sembuh’. Adalah lagu yang didedikasikan Iwan Fals untuk pemain bass Donny Fattah yang sedang sakit ketika lagu ini dibuat tahun 2012. Lagu yang pernah dinyanyikan dalam konser amal menggalang dana untuk biaya pengobatan Donny saat itu, kali ini direkam dan dialbumkan. Tiupan harmonika dengan gaya seperti era Iwan di tahun 80-an menjadi intro lagu ini. Selengkapnya mengenai lagu ini pernah kita ulas pada artikel Lekaslah Sembuh - Lagu Iwan Fals Untuk Donny Fattah.

  • Kangen irama country gaya Iwan Fals?. ‘Rekening Gendut’ jawabannya. Irama lagu dalam track ketigabelas ini mungkin bisa membuat sebagian dari kita loncat-loncat kegirangan, sebagian yang lainnya berbaris main sepur-sepuran keliling kampung atau gulung kuming.. hehehe.. Musiknya asik, liriknya asik, penuh kritikan kepada pemilik rekening yang nilainya tak wajar, mulai wakil rakyat, polisi, jaksa hingga presiden dibungkus kalimat yang kocak. Iwan Fals sudah kembali seperti dulu, lagu ini buktinya. Dan rupanya lagu ini bikin saya jadi inget karya-karya kocak Doel Sumbang.

  • Goyang badan masih dilanjutkan lagi dengan lagu berirama rock n roll asyik yang berkisah tentang percintaan sesama mahasiswa demonstran. Kalau dalam konser pasti sebagian penonton berjingkrak-jingkrak mendengar lagu ini. Lagu ‘Si Putri Dan Si Fulan’ pada track keempatbelas merupakan pembuktian Iwan Fals kalau dia masih bisa bikin karya menarik seperti masa lalu. Dan suasananya membuat saya teringat karya-karya blues alm. Harry Roesli.

  • Puas dengan irama rancak, kembali Iwan Fals menurunkan tensi dengan lagu santai berjudul ‘Bangsat’. Tiupan harmonika khas Iwan menghiasi lagu pada track kelimabelas ini. Lirik kritis tentang koruptor yang dinyanyikan semoga bisa bermanfaat.

  • Seperti kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini Iwan Fals aktif dengan internet. Dia juga aktif dengan sosial media di dunia maya. Mungkin itu sebabnya pada track keenambelas muncul lagu ‘Dajal Net’ yang berkisah tentang kecanduan pada internet. Iwan menyanyikan lagu berirama riang ini dengan gaya vocal yang kocak, membuat album ini semakin berwarna.

  • Lalu track ketujuhbelas terasa mendadak kelam. Lagu ‘Pelaut’ yang mendayu dayu membuat saya drop tiba-tiba. Jadi selanjutnya saya akan loncati atau pindahkan urutan lagu ini agar tidak merusak suasana setelah sebelumnya disuguhi musik-musik berirama riang.

  • Dan sebagai penutup dihadirkan lagu ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’, melengkapi delapanbelas track. Lagu ini juga sudah pernah dinyanyikan dalam konser pada tahun 2012. Lagu pesanan khusus yang berirama country ini sudah pernah saya ulas dalam artikel Tak Kenal Maka Tak Sayang - Lagu Iwan Fals.

Selesai sudah, mari cabut kabel speaker, dan kesimpulannya....

Wauuwww... ‘lap keringet’ kenyang bro. Album Iwan Fals - RAYA - ini bikin saya kenyang. Delapan belas lagu baru dalam double disc yang sebagian besar fresh disetel berurutan selama kurang lebih satu setengah jam.

Secara umum saya cukup puas dengan album RAYA ini karena terbukti beragam keinginan fans yang sering disuarakan akhirnya terakomodir disini.

Album Baru Iwan Fals 2013 - RAYAYang maksa Iwan nyanyi teriak-teriak, ada lagunya disini...
Yang minta Iwan bikin lirik kritis, ada lagunya disini...
Yang ingin Iwan nyanyi country, ada lagunya disini...
Yang maunya Iwan nyanyi sambil ngelawak, ada lagunya disini...
Yang nyuruh Iwan rekam lagu ghoib, ada lagunya disini... (meski lagu ghoib ‘masa kini’ hehe)
Yang menuntut Iwan bikin lagu enak, ada lagunya disini... (sebagian besar enak kok lagunya walaupun ada satu-dua yang kurang cocok ditelinga saya, mungkin ditelinga Anda lebih pas)
Yang maunya album ‘kelas berat’, ada di album ini dengan 18 lagu baru double disc, musik keren, karakter vocal bagus...

Kurang apa lagi hayoo? apa masih belum cukup? Kalau belum cukup ya silahkan paksa Iwan lagi.. hehe.

Album Baru Iwan Fals 2013 - RAYABeberapa prediksi dan harapan saya sebelumnya ada yang tepat namun ada juga yang meleset. Yaitu mengenai lagu-lagu ghoib jaman dulu yang rupanya tidak masuk. Tapi sudah pernah dijawab Iwan dengan jawaban sederhana, ‘yang ghoib biarlah ghoib’ hehehe.

Seperti album sebelumnya, album Raya ini dibuat oleh PT.Tiga Rambu dengan label FALS Record. Perusahaan dan label rekaman milik Iwan Fals yang dikelola oleh keluarganya sendiri. Dan album RAYA ini dari kualitas dan kuantitas jelas lebih baik dari album sebelumnya yang mereka buat.

Album ini kerjasama dengan majalah Rolling Stone Indonesia dan Kopi Top. Dijual dengan bundling majalah RSI edisi koleksi dan produk kopi. Jadi rasanya untuk sistem distribusi penjualannya akan lebih mudah sehingga penggemar tidak kesulitan mendapatkannya.

Oke, selamat berburu album RAYA, album baru Iwan Fals 2013.

(sb – iwanfalsmania.com)

**terima kasih untuk bantuan kawan-kawan semua sehingga tulisan ini bisa dibuat :)
------------------------------------------------------------------
IWAN FALS 2013
" RAYA "

DISC A
1. Raya
2. Aku Ada (feat. Lea Simanjuntak)
3. Negeri Kaya
4. Katanya (feat. Lea Simanjuntak)
5. Kopi Top
6. Sampah
7. Tangan Kosong
8. Cinta Itu (feat. Rosana Listanto)
9. Adalah

DISC B
10. Api Unggun
11. Gadis Tani
12. Lekaslah Sembuh
13. Rekening Gendut
14. Si Putri & Si Fulan
15. Bangsat
16. Dajal Net
17. Pelaut
18. Tak Kenal Maka Tak Sayang

Iwan Fals : vokal, akustik gitar, harmonika, klenengan sapi
Toto Tewel : elektrik & akustik gitar, ukulele
Edi Daromi : accordian, keyboard, pianika
Sonata : flute, tamborine, elektrik gitar, mandola, akustik dobro, harmonika
Raiden Soe : drum, gendang, perkusi, megaphone, shaker, drum ocean
Ardy Yusuf : Bass
Album Baru Iwan Fals 2013 - RAYA

Jumat, 04 Oktober 2013

Hidup ala Rasulullah SAW





1. Makan secukupnya
Telah termaktub dalam surat cintaNya QS.Thaha ayat 81:
Artinya: makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya binasalah ia.
Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa janganlah kita berlebihan dalam makan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Berbagai penyakit dapat muncul kalau kita sembarangan dan tidak mengatur pola makan kita dengan baik.
Makan adalah salah satu sarana untuk mendapatkan energi agar dapat melanjutkan aktifitas. Namun, jika kita makan terlampau kenyang juga tak baik untuk kesehatan kita, bisa menyebabkan kegemukan dan jika terlalu kenyang kita pun akan menjadi malas untuk melakukan aktifitas selanjutnya. Makan secukupnya sesuai dengan kadar kemampuan lambung kita untuk menampungnya dan memprosesnya menjadi energi, juga tak boleh makan terlampau sedikit karena kita akan cepat kehabisan energi dan akhirnya lemas saat beraktifitas.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasul menyatakan bahwa hendaknya manusia hendaknya menjaga keseimbangan tubuhnya, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara. Karena itu, tindakan berlebihan dalam makan sungguh tidak sesuai dengan ajaran Rasul SAW.
2. Tidur yang cukup
Setelah seharian beraktifitas, tubuh kita perlu beristirahat. Tidur yang cukup untuk ukuran orang dewasa adalah sekitar 6-8 jam. Tidur cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita, apalagi untuk kita yang berstatus sebagai pekerja, tidur cukup dapat meningkatkan daya konsentrasi saat bekerja. Kalau tubuh kita kekurangan tidur, maka kita akan sulit untuk berkonsentrasi, tubuh kita terasa lemas, dan sulit untuk berpikir jernih. Dan buat kita yang berstatus sebagai pencari ilmu, maka kita akan terancam gangguan mengantuk di kelas. Bagaimana kita akan dapat menyerap ilmu yang disampaikan sang guru/dosen bila kita mengantuk? sungguh sebuah kerugian besar bukan?
3. Berolahraga
Dengan berolahraga, maka peredaran kita akan menjadi lancar, pembakaran kalori menjadi energi bisa menjadi optimal. Banyak berolahraga dapat menjauhkan kita dari berbagai macam penyakit, karena itu kita tak boleh malas dalam berolahraga. Minimal satu kali satu minggu, untuk menyeimbangkan gerak otot dan memperlancar asupan oksigen ke dalam otak sehingga meningkatkan daya konsentrasi. Olahraga tak mesti di tempat fitness yang mahal, berjalan kaki atau bersepeda termasuk sarana olahraga yang mudah dan murah.
4. Bangun Pagi atau Subuh
Ketika fajar menjelang, atau ketika subuh. Udara masih bersih dari polusi, sehingga sangat bagus untuk kesehatan paru-paru. Bangunlah lebih pagi untuk mendapatkan asupan udara bersih bagi paru-paru kita. Dengan bangun lebih pagi, kita juga bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan secara lebih cermat dan tak terburu-buru. Agar bisa bangun lebih pagi, maka kita pun harus bisa tidur lebih awal.
5. Puasa Senin-Kamis
Selain berpahala, dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis memberikan waktu bagi lambung kita untuk beristirahat. Bayangkan, setiap hari lambung kita disuruh bekerja keras untuk mencerna makanan setiap pagi, siang dan malam. Saat berpuasa, lambung kita akan beristirahat dan memproses makanan yang belum tercerna sebelumnya, juga dapat menyaring racun yang mungkin tersimpan dalam tubuh kita karena proses pencernaan makanan yang kurang sempurna.
6. Menjaga Kebersihan
Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya dalam gaya hidup sehat adalah menjaga kebersihan. Tempat yang kotor rentan menyebabkan penyakit, maka dari itu islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, dan juga pakaian. Bahkan Rasulullah sendiri juga mengatakan bahwa kebersihan itu merupakan sebagian daripada iman. Maka, dengan menjaga kebersihan juga akan berdampak positif bagi kesehatan kita.
Demikian ulasan singkat tentang gaya hidup sehat dengan mencontoh pada Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat.